All for Joomla The Word of Web Design

Arrigo Sacchi Beri Kritik Pedas Untuk PSG

Bandar Bola Terbesar – Arrigo Sacchi baru saja memberikan kritikan pedas kepada Paris Saint Germain (PSG). Masa-masa terpuruk yang dijalani oleh klub kaya raya asal Prancis, yakni Paris Saint-Germain di Liga Champions pada musim 2017 – 2018 ini dalam kenyataannya memang sudah mendapat sorotan tajam dari pelatih legenda berkebangsaan Italia, Arrigo Sacchi. Hal itu disebabkan karena pria yang sudah memasuki usia 71 tahun itu merasa sangat yakin jika sekarang ini PSG tidak mempunyai kejelasan terkait proyek masa depan mereka. Sebelum menyampaikan komentar miring tersebut, Sacchi pun sempat menyemprot PSG yang disebutnya tak mempunyai ide bertanding saat melawan tim asal Spanyol, El Real pada babak 16 besar Liga Champions.

Seperti yang diketahui, pada pertandingan tersebut PSG pada akhirnya harus menerima kekalahan dengan jumlah agregat 2 – 5. Bahkan saat bermain di kandang pun, tim berjuluk Les Parisiens itu menelan kekalahan dengan skor 1 – 2. Tentu saja hasil minor yang didapatkan pada kedua pertandingan tandang dan kandangnya tersebut menyebabkan klub kaya raya asal Prancis itu mau tidak mau harus tersingkir pada gelaran Liga Champions. Untuk sekarang ini, Sacchi pun lebih menyoroti tingkah PSG yang terlihat sangat mengandalkan pemain anyar mereka, Neymar da Silva.

Baca Juga :

Sebagaimana diketahui, pihak manajemen klub itu sendiri sudah mendatangkan pemain asal Brasil tersebut dari klub pemiliknya, yaitu FC Barcelona dengan mahar 222 juat euro atau sekitar Rp 3,7 triliun.

Nominal fantastis itu pun secara otomatis telah menjadikan Neymar sebagai pesepakbola termahal di dunia. Manajemen PSG sebelumnya juga pernah mengatakan bila mereka memiliki misi besar untuk dapat membangun masa kejayaan, dan salah satu di antaranya langkah tersebut sudah dimulai dengan merekrut Neymar.

Artikel Terkait :  Ernesto Valverde Kesulitan Cari Opsi Untuk Gantikan Andres Iniesta

Dan rupanya hal tersebut cukup terbukti, melihat kontribusi pemain asal Brasil itu dalam setiap kemenangan yang diperoleh oleh Paris Saint Germain pada musim 2017 – 2018 ini. Meski demikian, berdasarkan kenyataan yang ada pelatih sepak bola berkebangsaan Italia itu tidak suka dengan tingkah PSG tersebut.

Di mana dirinya berpendapat bahwa sebuah klub tidak bisa menjalani proyek besar dengan hanya menumpukan harapan kepada satu pemain saja di antaranya.

Pria kelahiran Fusignano, Italia pada tanggal 1 April 1946 tersebut juga bercerita soal kisahnya yang sukses meraih kejayaan kala menukangi AC Milan. Ia menyatakan secara pasti jika dirinya tidka mungkin dapat bergantung kepada sosok pemain tertentu dalam meraih kesuksesan membangun klub berjuluk I Rossoneri. Seperti dilansir dari Goal pada hari Sabtu, 10 Maret 2018 kemarin, Sacchi menerangkan seorang pemain tidak peduli seberapa besar kemampuannya, ia tidak mungkin dapat menjalani proyek seorang diri.

Artikel Terkait :

Arrigo Sacchi dengan tegas menyatakan Neymar pun ikut berlaku di antaranya. AC Milan sebelumnya berhasil memenangi Liga Italia pada 1988 bersama Marco van Basten, yang baru saja didatangkan, dan yang baru memainkan hanya 3 laga penuh di liga dari 30. Dengan demikian Sacchi menerangkan bila yang menjadi proyek klub kala itu hanya Van Basten seorang saja,

tentu tim tidak dapat memenangi apapun pada saat itu. Namun sebaliknya semua orang sudah tahu jika klub dapat memenangkan Piala Eropa (yang sekarang ini dikenal dengan nama Liga Champions) bersama dengan Ruud Gullit pada 1989-90 dan Anda tahu berapa banyak dia bertanding? Satu dari sembilan laga yang dimainkan.

Artikel Terkait :  Arda Turan Pada Akhirnya Resmi Bergabung Dengan Klub Turki!

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password